Sunday, June 08, 2014

Alexandra Arch Bridge to Harbourfront MRT

Alexandra Arch Bridge ©Private Doc.
Sore ini, kami berjalan-jalan ke Alexandra Arch Bridge sampai ke Harbourfront MRT. Sambil mendorong stroller si bocah sesekali mama mengambil gambar jembatan keren ini. Alexandra Arch adalah jembatan sepanjang 80 meter yang memiliki dek melengkung dan lengkungan miring seperti daun yang terbuka, menghubungkan Alexandra Road dan  Hyderabad Road. Jembatan ini  dirancang oleh Buro Happold bekerjasama dengan LOOK Architects. Sama halnya seperti jembatan Henderson Waves, bila malam hari Alexandra Arch Bridge akan menyala dengan lampu LED yang berubah warna. Di ujung Alexandra Arch, ada jalan yang menuju tanaman berbunga yang mengarah ke HortPark. (akan saya bahas di tulisan yang lain. dari Alexandra Arch Bridge park kami meneruskan perjalanan melewati Forest Walk. Panas dan keringetan banget sodara-sodara, Matahari sore bener2 mentereng.. Agatha mulai meleleh.. maklum anak AC.. tp Mama bertekad Agatha dari kecil kudu deket sama alam, ga boelh nyerah sama alerginya ya nak..
Forest Walk ini adalah jalan sepanjang 1,3 kilometer
yang melintasi sekitar 50 meter melalui hutan sekunder di Telok Blangah Hill Park dan terhubung ke Alexandra Arch.
©Darren Soh/Singapore Tourism Board
Jalan setapak dengan ketinggian mulai dari 3 meter diatas kanopi dengan pemandangan pepohonan berbagai macam  burung yang terbang ditengah-tengah hutan.
Forest Walk juga terhubung dengan Labrador Nature & Coastal Walk.
Bila pejalan kaki lelah dapat langsung mlipir ke Stasiun MRT Labrador Park terdekat, tapi sebelumnya bisa menikmati pemandangan di area Labrador Park. Perjalanan kami  masih dilanjutkan  walau peluh dan keringetan, kami terus melaju tanpa lelah (jiahhhh.. padahal dah meleleh) menuju pemberhentian berikutnya yaitu... Henderson Waves adalah jembatan pejalan kaki setinggi 274 meter di atas Henderson Road. Jembatan keren ini merupakan jembatan pejalan kaki tertinggi di Singapura. Ini menghubungkan Mount Faber Park dan Telok Blangah Hill Park. Jembatan ini dirancang oleh IJP Corporation, London, dan RSP Architects Planners and Engineers (PTE) ltd Singapura.
Agatha ©Private Doc.
Jembatan ini memiliki bentuk gelombang yang terdiri dari tujuh rusuk baja melengkung yang bergelombang.
Rusuk melengkung membentuk ceruk yang berfungsi sebagai tempat penampungan lebih tepatnya area datar untuk orang-orang yang berkunjung kesana, termasuk disediakannya tempat duduk di dalamnya.
Potongan kayu balau kuning (disebut juga  kayu segala  cuaca) yang ditemukan di Asia Tenggara, digunakan sebagai salah satu ciri khas dari Henderson Waves ini.
Jadi ga penasaran lagi kan, kenapa di namakan Henderson Waves? ya itu... tengok deh bentuknya.. hehehe
Perjalanan belum lagi berhenti (duhh kapan nyampenyaa),setelah popotoan kami teruskan ke Mount Faber. Mount Faber Park adalah salah satu taman tertua di Singapura dan menjadi salah satu tujuan wisata yang populer.
Mount Faber ©Wikipedia
Taman ini terhubung ke Taman Bukit Telok Blangah oleh jembatan Henderson Waves tadi.
Ditaman ini terdapat Marina Deck, Palm Plaza, Jewel Box, dan Faber Point. Saya cukup tau ajah, ga berani juga masuk sembarangan ketempet-tempet itu cuma numpang pipis sama beli minum di Vending Mesinnya hahahaha..
Dari Mount Faber kami ketemu lagi dengan Faber Trail, ini adalah jalur sepanjang 1 kilometer (0.62 mil) yang melintasi Taman Mount Faber. Pada puncaknya, hotel ini menawarkan pemandangan panorama bagian selatan Singapura Southhern Island. Daaannn trail yang terakhir.. tarik napas dulu... minum lagi.. duduk dulu eh ndlosor dulu....
Marang Trail ©TripAdvisor
Marang Trail ini adalah trail pejalan kaki sepanjang 800 meter. Trail ini tidak jauh dari Marang Road tepatnya di belakang Stasiun MRT HarbourFront.
Akhirnya masuk Harbourfront MRT juga... nyesssssss.. seuejuk! Oh AC I miss you hahaha.. dann tentunya makannn.... Lapar buk... Mamak lapar, mana Agatha juga masih menyusui..
Oke sampai ketemu di Jalan-jalan Lempoh berikutnya
(Sumber: Wikipedia)