Saturday, September 30, 2017

Tips dan Trik Mengikat Makna Untuk Menemukan Keunikan Ananda

*Prolog*
*Tips dan Trik Mengikat Makna Untuk Menemukan Keunikan Ananda* 
Oleh: Risa Ferina

(Disampaikan pada Kuliah WhatsApp #CPSWU, 30 September 2017)

Setiap manusia tercipta sebagai makhluk yang unik.Hal ini berarti pula bahwa tiap anak-anak kita juga unik.Saat ini sudah banyak para ibu yang memahami hal ini.Tetapi sudahkah menemukan dan merangkai keunikan masing-masing anak?lalu bagaimana cara menemukan keunikan itu?

Untuk menemukan keunikan anak yang bisa kita lakukan adalah:

🍏 pertama kita harus bersedia untuk membersamai mereka. Membersamai disini bukan berarti kita hadir secara fisik saja.Melainkan kita harus hadir sepenuh hati.Saat bersama anak,disitulah pikiran,batin dan raga kita berada.

🍏 Lalu kita harus mampu mengobservasi (mengamati).Kita amati segala hal yang dilakukan oleh anak-anak.

🍏 Yang selanjutnya kita harus mampu mendengarkan apa yang disampaikan oleh anak-anak.Disini kita harus mampu menjadi pendengar yang baik.

Setelah kita mampu melakukan hal2 diatas dengan baik maka kita nanti akan dibuat terkagum-kagum oleh anak-anak.Banyak hal yang mampu mereka lakukan yang tak pernah terpikirkan oleh kita sama sekali.Lalu setelah menemukan segala keunikan ananda apakah yang harus kita kerjakan?jawabannya adalah tulis,tulis dan tulislah segala hal yang kita temukan tadi.Mungkin besok atau besok lusa kita masih ingat dengan apa yang kita temukan hari ini.Tapi minggu depan,bulan depan atau tahun depan masih ingatkah kita?Nah disaat kita tak mampu mengingatnya maka biarkan tulisan yang akan mengingatkan kita.

Menulis sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi butuh komitmen tinggi agar bisa konsisten melakukannya.Karena konsisten inilah yang sangat dibutuhkan.Berikut ini beberapa tips agar bisa konsisten menulis,dalam hal ini mengikat makna dari segala hal yang dilakukan oleh ananda

🍒 Hadir sepenuh hati saat membersamai ananda
Saat bersama anak hadirkan pikiran,batin dan raga kita.Letakkan gadget jauh-jauh.Dan juga saat membersamainya usahakan letakkan segala urusan pribadi kita sehingga fokus hanya pada ananda.

🍒 Temukan dan terima setiap sisi unik ananda
Untuk bisa menemukan sisi unik ananda maka kita harus mampu berempati padanya.Karena terkadang sisi unik ini dianggap sebagai sikap yang kurang baik bagi orang dewasa.Misalnya ada anak yang sangat hati-hati dan waspada dengan segala hal yang akan dilakukannya,banyak orang yang menganggapnya sebagai anak penakut.Padahal si anak ini mempunyai bakat deliberative(bahasa bakat Talents Maping dari Abah Rama)

🍒 Gunakan bahasa bakat yang sama dengan suami(atau keluarga yang juga sering bersama ananda)
Ini untuk memudahkan kita saat ananda tidak bersama kita.

🍒 Gunakan buku bantu (buku catatan kecil)
Setiap menemukan sisi unik ananda langsung catat point utamanya di buku bantu ini.Yang mana point2 yang sudah kita temukan ini akan memudahkan kita dalam menuliskannya di media utama.

🍒 Saat punya waktu segera ikat segala keunikan ananda kedalam tulisan
Segera tulis segala temuan yang sudah tersaji di buku bantu.Karena kalau sudah menumpuk rasa malas kemungkinan besar akan datang.Kalau hal ini terjadi,eman-eman banget segala temuan tadi pasti akan terlupakan.

🍒 Gunakan media pengikat makna yang paling nyaman bagi kita
Pilihlah media yang nyaman dan memudahkan.Kalau kita sudah merasa nyaman dengan media yang kita pilih insyaallah mampu mengalahkan rasa malas yang sering datang.
Kita gunakan media yang ada disekitar kita.Mau digital,ada banyak macamnya.Mau manual juga boleh banget.Untuk manual di buku tulis,kita harus cari buku yang kualitasnya bagus dan sampulnya tebal.

Untuk lebih jelasnya, resume yang berisikan tanya jawab bersama Bunda Risa dapat di baca di:

Friday, September 29, 2017

Mendidik Anak Dengan Kekuatan Fitrah

INSTITUT IBU PROFESIONAL PEKANBARU 
Menyelenggarakan Kuliah WhatsApp Rumah Belajar Parenting


Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah
Oleh: Ust. Harry Santosa

Sesungguhnya setiap anak telah Allah instal fitrah, yang apabila dididk dengan benar sesuai
fitrahnya maka kelak fitrah itu akan menjadi peran peradaban terbaiknya.
Jadi tidak perlu banyak cemas dan gelisah, obsesif dan pesimis, apalagi banyak intervensi dan
menggegas yang malah akan merusak fitrah ananda. Banyaklah bersyukur terhadap fitrah ananda
karena Allah telah siapkan semuanya dalam fitrah ananda.

Fitrah adalah innate goodness atau bawaan baik dalam diri ananda, yang perlu dirawat dan
dibangkitkan serta ditumbuhkan dengan penuh cinta, ketulusan dan ketelatenan sehingga
mencapai peran terbaiknya sesuai maksud penciptaan Allah.

Fitrah itu seperti Feature (Fitur) pada sebuah gadget, yang sudah diinstal ketika kita menerima
gadget, jadi hanya perlu diaktifasi saja dan diinteraksikan dalam keseharian sehingga berfungsi
maksimal. Tidak diperkenankan mengunduh aplikasi yang mengganggu fitur ini sehingga
berkinerja buruk bahkan menyebabkan gadget "hang".
Maka dalam mendidik fitrah kita hanya memerlukan rasa syukur yang mendalam, mengaktifasi
dari dalam (inside out) dengan penuh cinta bukan banyak mengintervensi atau menjejalkan apapun
(outside in) dengan penuh obsesi kecuali yang relevan dengan keunikan dan tahapannya.

Ibarat benih, fitrah memerlukan tahapan dalam menumbuhkannya, tidak berlaku kaidah makin
cepat makin baik. Banyak orangtua tergesa menjadikan anak mereka shalih atau beradab sehingga
tidak memahami tahapan dengan baik, lalu menggegasnya sehingga banyak masalah di kemudian
hari. Bagai benih yang baru berdaun beberapa berhelai, lalu disiram dan dipupuk banyak banyak
agar segera berbuah sehingga malah rusak akarnya, kemudian layu dan mati.
Pada ghalibnya, tiada perubahan atas fitrah Allah, yang ada adalah fitrah yang tersimpangkan dan
terkubur karena lebay obsesi dan lalai pesimis orangtuanya.

Yakinlah bahwa setiap anak pasti kelak punya peran istimewa di masa depan atas fitrahnya,
mustahil Allah ciptakan anak yang tidak punya peran di masa depan, kecuali orangtua dan
lingkungan yang merusaknya.

Karenanya fokuslah pada cahaya fitrah anak anak kita, bukan pada kegelapannya, kelak
cahayanya akan melebar menerangi sisi gelapnya. Berbaik sangkalah pada fitrah Allah, banyaklah
bersyukur sehingga Allah berikan hikmah yang banyak dalam mendidik, sehingga kita bisa rileks
dan optimis.

Mendidik anak sesuai fitrah akan membuat ayah dan bunda lebih rileks dan optimis, karena hanya
mengikuti apa yang Allah karuniakan, mengikuti jadwal perkembangan yang Allah tentukan,
menginteraksikan dengan peristiwa keseharian dan kehidupan juga bumi Allah yang ada dengan
dipandu Kitabullah.

Yang perlu dicatat juga bahwa mendidik anak sesuai fitrah pada prakteknya sesungguhnya juga
mendidik fitrah ayah dan fitrah bunda. Raise your child, raise your self. Tumbuhkanlah fitrah
ananda, maka kita akan saksikan fitrah kita pun bersemi indah kembali.
Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation

Wednesday, September 27, 2017

Demam & Kejang Pada Anak

KULWAP KESEHATAN IIP BATAM

Materi: Mengatasi Demam dan Kejang pada Anak
Hari / Tanggal : Rabu / 27 September 2017
Pukul : 13.00 WIB - selesai
Nara sumber : dr.Eka Rosyilia (Dokter Klinik Batam Medical Centre)
Moderator : Nunung C R
Co Moderator : Lubnah Lukman
Notulen : Intan S

Materi Kulwap "MENGATASI KEJANG DEMAM PADA ANAK”
Oleh: Dr.Eka Rosyilia (Dokter Klinik BMC)

Bismillahirrohmanirrohim,
Assalamualaykum warohmatullohi wabarokatuh
Robbi zidni ilman war zuqni fahman

Ibu-ibu hebat sekalian....Alhamdulillah bisa berinteraksi dg ibu-ibu walaupun hanya melalui dunia maya....
Tema yg akan saya bawakan kali ini tentang "Kejang Demam pada Anak"

Kejang dengan didahului demam sebelumnya merupakan salah satu momok atau hal yang menakutkan bagi orang tua...
Dan setiap anak memiliki risiko itu terutama jika di dalam keluarga memiliki riwayat akan kejang demam

Kali ini kita akan bahas
1. Apa itu kejang demam?
2. Apa penyebabnya?
3. Apa yg harus dilakukan saat kejang demam?
4. Pengaruh kejang demam terhadap kecerdasan anak

Apakah sebenarnya kejang demam itu?
Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih (walaupun ditemukan namun tidak banyak..kejang di suhu mulai 37,6 derajat Celsius) yang disebabkan proses di luar otak. Sebagian besar kejang demam terjadi pada usia 6 bulan sampai 5 tahun. Ciri khas kejang demam adalah demamnya mendahului kejang, pada saat kejang anak masih demam, dan setelah kejang anak langsung sadar kembali.

Apa penyebab kejang demam?
Penyebab kejang demam adalah demam yang terjadi secara mendadak. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, namun diduga ada faktor genetik yang berperan. Setiap anak juga memiliki suhu ambang kejang yang berbeda: ada yang kejang pada suhu 38 derajat Celsius, ada pula yang baru mengalami kejang pada suhu 40 derajat Celsius.

Apa yang terjadi bila anak kejang?
Sebagian besar kejang demam merupakan kejang umum. Bentuk kejang umum yang sering dijumpai adalah mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti kelojotan, dan saat kejang anak tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah. Setelah kejang anak sadar kembali. Umumnya kejang demam akan berhenti sendiri dalam waktu kurang dari 5 menit dan tidak berulang lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Apa yang harus dilakukan bila anak kejang?
Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang, don't be panic , dan lakukan hal-hal berikut:
1. Letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda-benda berbahaya seperti listrik dan pecah-belah.
2.Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
3. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Memasukkan sendok, kayu, jari orangtua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang, berisiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka
4. Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang.Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter.
5. Tunggu sampai kejang berhenti, kemudian bawa anak ke unit gawat darurat terdekat.
6. Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orangtua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di atas, obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Bagaimana cara mencegah kejang demam?
Pencegahan kejang demam yang pertama tentu dengan usaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat, karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak. Pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.

Sebaiknya orangtua memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.
Pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.

Apakah kejang demam membuat anak menjadi bodoh atau menderita epilepsi di kemudian hari?
Kejang demam tidak berpengaruh terhadap perkembangan atau kecerdasan anak. Biasanya kejang demam menghilang dengan sendirinya setelah anak berusia 5-6 tahun. Sebagian besar anak yang pernah mengalami kejang demam akan tumbuh dan berkembang secara normal tanpa adanya kelainan. Epilepsi terjadi pada kurang dari 5 persen anak kejang demam, dan biasanya pada anak-anak ini terdapat faktor risiko lain. Oleh karena itu, sebagian besar anak dengan kejang demam tidak memerlukan bermacam pemeriksaan seperti rekam otak atau elektroensefalografi (EEG) atau CT scan.

Kapan orangtua perlu khawatir?
Tidak semua kejang yang disertai demam adalah kejang demam. Apabila terjadi kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, maka perlu disingkirkan penyebab kejang lainnya, misalnya epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dengan baik, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis). Evaluasi lebih lanjut juga diperlukan apabila anak pernah kejang tanpa demam.

Walau tampak menakutkan, umumnya kejang demam tidak berbahaya, tidak merusak otak, tidak mengganggu kecerdasan anak, dan akan menghilang sendiri seiring bertambahnya usia. Dengan demikian, ayah bunda tidak perlu terlalu khawatir apabila buah hatinya mengalami kejang demam.

Sumber  : www.idai.or.id
Wallahu'alam bishowwab

Untuk lebih jelas semuanya sudah disusun dalam bentuk Resume dan dapat di baca kembali pada:

Friday, September 22, 2017

Talent Mapping for Children

Institut Ibu Profesional ASEAN
Mempersembahkan Kuliah Umum WhatsApp tentang 
Talent Mapping for Children
oleh: Rima Melanie Puspitasari

1.Pemahaman diri
Pernahkah kita berfikir mengapa kita sampai terlahir di dunia ini? 
Apakah hanya karena semata Ayah dan Bunda kita menikah saja?
Pernah terpikirkah apa tujuan kita terlahir di dunia ini?
Untuk beribadah pada Allah SWT. Tentu saja.
Tetapi pernahkah kita berfikir, Mengapa saya, mengapa dilahirkan saat ini, dan di sini ? 
Karena kita semua yakin bahwa Allah tidak pernah menciptakan sesuatu dengan sia sia. Termasuk kita tentunya.

Adakah maksud-maksud tertentu akan kehadiran kita di muka bumi ini?
Adakah misi spesifik, tujuan khusus atas kelahiran kita disini?
Lalu kemudian beralih pada fitrah yang kita miliki.
Mengapa tidak ada satu orang pun di muka bumi ini yang memiliki sifat, karakter, dan kebiasaan yang sama?

Apakah tujuannya?
Jika kita menelaah dan memahami lebih jauh surat Al Israa ayat 84. ”Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya."

Disana dijelaskan bahwa tiap manusia akan berbuat sesuai dengan pembawaannya. Syakillah, fitrah, bawaan.

Mengapa?Lebih lanjut lagi…
Bahwa tiap manusia ketika dilahirkan ke dunia, mereka mempunyai misi spesifik yang harus ditunaikan.

Untuk membantu menyelesaikan misi tersebut, Allah memberikan potensi2 kekuatan yang berupa fitur unik atau lebih kita kenal sebagai FITRAH.

Definisi bakat dalam Talents Mapping diambil dari sana. Yaitu sebuah sifat (personality) yang produktif. Yang apabila digunakan akan memberikan manfaat sebesar besarnya untuk menghasilan sesuatu.

Lalu bagaimana kita memahami bakat kita?
Tentu saja kita perlu lebih memahami, memperhatikan, dan menyelami diri kita sendiri. Agar kita lebih mengenal siapa diri kita, apa saja yang menjadi potensi kekuatan2 dalam diri kita, dan apa yang menjadi kelemahan dalam diri.

Ada rumus dalam TM untuk memahami apakah sesuatu itu bakat/kekuatan kita atau bukan.

Ciri ciri bakat:
Yearning (nagih). Hasrat ingin terus melakukan suatu aktivitas tertentu yang membuat sering lupa waktu.
Rapid Learning. Saat mempelajari sesuatu jadi terasa begitu mudah.
Flow. Menjalankan sesuatu mengalir begitu saja. Persiapan minimal, hasilnya maksimal.
Glimpses of excellent. Aktivitas tertentu memperlihatkan sekelebat keunggulan anda.
Satisfication. Kepuasan hati dalam menjalankan sebuah aktivitas yang membuat anda ingin segera melakukannya kembali.

Jadi mengapa memahami bakat itu penting?  
Karena bakat berhubungan dengan misi spesifik hidup kita. Karena dengan bakatlah kita akan dapat menyelesaikan dan menuntaskan misi hidup kita. Apakah misi kita yang menjadi alasan keberadaan kita di muka bumi ini akan tercapai, sukses, atau bahkan gagal, failed.

Memahami bakat, artinya memahami diri kita sendiri.
Sebuah petuah bijak menyebutkan : “`Man ‘Arafa Nafsahu Faqad ‘Arafa Rabbahu.“` Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya

2. Bakat anak
"Setiap Anak Pasti Berbakat"
Seorang ibu merenung di sudut ruang tamu. Hatinya gundah, kecewa, dan sedih. Bagaimana tidak, ditempat arisan tadi teman temannya sibuk membanggakan prestasi anak anak mereka. Seperti Rayhan anak bu Yuli yang baru saja menyabet medali emas cabang taekwondo di Porda kemaren. Juga Agnes yang yang baru saja lolos audisi pemilihan bintang tarik suara. Atau Bagas yang mewakili sekolah dalam olimpiade matematika. 

Si ibu merasa sedih mengapa anaknya, Doni tidak seprti anak anak lain? Mengapa anakanya tidak memiliki prestasi apapun? Jangankan meraih medali emas, mengikuti perlombaan pun Doni segan. Tidak suka memilki bakat, begitu yang dikatakan temannya untuk menyindir Doni. 
Benarkah anak semata wayangnya itu tidak memiliki bakat? Pentingkah bakat? Lalu jika iya bagaimna dengan masa depan Doni?
Benarkah Allah hanya memberi bakat pada orang orang tertentu saja? Atau orang tuanyalah yang belum mengenal bakat anaknya?

Sesungguhnya Allah maha adil. Jika satu orang diberikan bakat, maka begitu juga yang lain. Bakat adalah salah satu dari fitrah yang diberikan oleh Allah pada setiap manusia dalam awal penciptaaanya. Bakat itu fitur unik, fitrah yg telah terinstal sebelum seorang manusia dilahirkan. Ada dua sumber yang bisa didefinisikan sebagai bakat. Yaitu potensi fisik/panca indera(ini yang biasa kita kenal sebagai bakat selama ini) misalnya melukis, menari, acting, olahraga, dsb.  Dan ada pula potensi berupa sifat produktif. 

Inilah mengapa selama ini kita menganggap hanya orang tertentu saja yang memiliki bakat. Karena kita selama ini mengenal bakat hanya dari kelebihan fisik atau inderwi saja. Sedangkan sifat produktif tidak kita anggap sebagai bagian dari bakat. Inilah yang disebut dengan Potensi kekuatan

Rumus yang paling mudah  untuk menemukan bakat anak adalah dengan 4E. Easy, Enjoy, Excellent, dan Earn.

Lalu bagaimana cara mengetahui bakat anak?

Memahami bakat yang dimiliki orang tuanya.
Memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan.
Ada beberapa anak yang cepat menemukan AHA nya, ada beberapa yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk itu. Ini berhubungan dengan pengalaman dan pengetahuan tadi. Maka memberikan banyak pengalaman akan sangat membantu anak untuk mnemukan passion, minat, dan bakatnya. Bu Septi memperkanalkannya dengan Pandu 45. Memberikan banyak ragam kegiatan, akan membantunya menemukan apa yang paling dia sukai.

Emisol
Empati (Menyerap)
Imajinasi (Mengolah)
Solusi (Menyajikan)

Menyerap adalah bagian dari proses mengamati anak, bisa dilakukan dengan mengamati saat melakukan kegiatan bersama, dokumentasi kegiatan, juga dengan banyak bertanya. Kemudian diolah/dipikirkan kemungkinan kemungkinan terbaiknya, dan terakhir disajikan sebagai sebuah solusi kegiatan. Ulangi proses secara berputar (melingkar) dan selalu dipikirkan untuk mekar. Mekar di sini adalah usaha untuk mempertajam/mengasah bakat anaknya.

Membuat catatan atau portofolio. 
Catatan2 khusus ini akan kita perlukan untuk akhirnya dapat mengelompokkan mana yang sebetulnya bagian dari 4E yang dimiliki anak. Dan mana yang tidak.
Memfasilitasi
Memfasilitasi disini bukan berarti kita harus siap dengan segala fasilitas dan kemewahan yang memudahkan.
🌀 Memberi fasilitas disini artinya memberikan ruang, kebebasan bagi anak untuk mengekspresikan apa yang menjadi bakat yang dimilikinya. 
🌀 Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dilimilikinya, sehingga anak akan merasa percaya diri dengan kelebihan yang dimilikinya
🌀 Memberi tantangan
🌀 Merancang kegiatan bersama dalam rangka mengembangka talents anak.

Selalu siap untuk memulai kembali
Try and trial itu sangat dibutuhkan dalam menemukan passion. Jadi ketika anak kehilangan passion dalam satu hal, tidak perlu terlalu rendah diri dan merasa gagal.  Maka bersiap siaplah ketika mereka menawarkan sebuah minat yang baru.
Tidak perlu merasa khawatir ketika minat anak cenderung berubah ubah dan sering berganti. Karena passion yang sesungguhnya tidak akan pernah berganti. Passion itu akan selalu sama, dan dia akan terus 'nagih' sepanjang hidupnya.

Menemukan bakat anak anak dan membantu mereka mengembangkan bakatnya menjadi sebuah kekuatan

"The real task of parenting is not to prepare the path of our children - rather , to prepare them for the path they will inevitably need to walk"
Wayne Hammond

Untuk lebih jelas semuanya sudah disusun dalam bentuk Resume dan dapat di baca kembali pada:

Depresi


DEPRESI
Oleh: Dessy Natalia

Bu, faktanya, perempuan itu dua kali lebih berisiko menderita depresi daripada pria ❗
Eh, depresi itu apa sih, bu ❓
😔 Ciri-cirinya bagaimana❓
😳Mengapa perempuan lebih berisiko daripada pria❓
😯 Apa sih hubungannya depresi dengan me time ❓
Lho, memangnya kenapa dengan depresi?

Yup, jika mendengar kata depresi, yang terlintas di pikiran kita pasti sudah yang aneh-aneh ya, bu..
Orang yang (maaf) stres lah, orang-orang tanpa pegangan hidup, penderita gangguan jiwa atau pelaku bunuh diri 😰
Iya, memang seseram itu, tapi sebenarnya depresi itu bisa menyerang siapa saja, termasuk sosok ibu seperti kita semua.. 🙈
Tapi, nggak perlu takut, bu..
Hari ini kita kenalan yuk dengan depresi 😊
Semakin kita mengenali, semakin kita tahu cara mencegahnya. Dan jika ternyata kita sedang menderita depresi, dengan lebih mengenali hal-hal mendetail tentang depresi, diharapkan kita bisa tahu cara terlepas dari jeratan depresi.

Depresi, Siapakah Dia?
Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (Edisi ke-4), depresi didefinisikan sebagai gangguan kejiwaan yang ditandai dengan kehadiran mood negatif (bad mood) atau berkurangnya kemampuan untuk mengalami kebahagiatan selama setidaknya dua minggu. Setelah gejala utama tersebut, biasanya penderita juga akan menunjukkan setidaknya empat gejala tambahan seperti perasaan tidak dihargai atau rasa bersalah, gangguan tidur, kegelisahan  atau berkurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi.
Bad mood, sedih dan galau adalah hal biasa yang terjadi di keseharian kita. Namun, jika selama bad mood atau kesedihan melanda selama berminggu-minggu bahkan berbulan dan menahun, ibu harus waspada dengan kemungkinan depresi. Cara membedakan sedih ‘biasa’ dengan sedih depresi cukup mudah. Jika kondisi psikis kita sangat mengganggu tidur, selera makan, cara kita berinteraksi dengan orang lain sampai cara kita memandang kehidupan, langsung hubungi dokter atau psikolog untuk penanganan depresi.
Parahnya lagi, depresi adalah kontributor terbesar pada keputusan seseorang untuk bunuh diri. Ya, penyakit yang tak bersuara, tak terasa nyerinya namun sangat mematikan itu bernama depresi.

Bagaimana Gejala Depresi?
Sekilas Fakta Tentang Depresi
Beberapa waktu yang lalu Indonesia digemparkan dengan begitu banyak berita bunuh diri yang dilakukan di berbagai tempat oleh beragam kalangan masyarakat. Mulai dari yang tidak terkenal dan hidup menyendiri, sampai artis dunia dengan jutaan fansnya!

Ini baru satu fakta tentang depresi dan ada beberapa fakta menarik lainnya tentang depresi yang harus ibu tahu:

- Wanita berpeluang dua kali lebih besar mengalami depresi dibandingkan dengan pria.
- Depresi adalah gangguan kejiwaan yang paling lazim ditemukan di seluruh dunia sekaligus paling melemahkan.
- Depresi adalah satu dari lima penyebab utama dari disabilitas dan penyakit di seluruh dunia. 
- Setiap orang memiliki peluang untuk mengalami depresi, namun memiliki kemampuan berbeda untuk bertahan dari depresi.

Bagaimana, bu? Semoga kita tidak menyepelekan depresi karena bahayanya ada di sekitar kita ya, bu..

Depresi dan Wanita
Seperti yang telah disampaikan di atas, ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa wanita berpeluang dua kali lebih besar menderita depresi dibandingkan pria. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut, antara lain:

1. Faktor Reproduksi
Qadarullah, wanita diberi banyak keistimewaan oleh Allah, termasuk memiliki fase-fase reproduksi yang meliputi menstruasi, kehamilan, kelahiran dan menopause. Fase-fase inilah yang memiliki kontribusi tertinggi atas tingginya tingkat depresi pada wanita. Beberapa bukti menyatakan bahwa homon estrogen berpengaruh pada sistem neurotransmitter. Bahkan, berdasarkan data dari WHO, kondisi postpartum depression dialami oleh sekitar 6% populasi dunia.

Bisa dikatakan, kesedihan yang kita alami ketika PMS adalah miniatur dari depresi. Bahkan, bagi beberapa individu, PMS dapat menyebabkan gangguan emosi yang begitu besar dan sangat mengganggu. Pun ketika kita mengalami perasaan yang sangat sensitif ketika kehamilan, baby blues ketika pasca melahirkan atau coba tanyakan kepada ibu-ibu kita bagaimana rasanya bulan-bulan pertama ketika datang masa menopause.

2. Peristiwa pemicu stress dalam kehidupan
Ternyata peristiwa-peristiwa yang memicu stress juga sangat berpengaruh terhadap peluang wanita mengalami depresi. Dimulai ketika seorang gadis mengalami puber, ia terbebani dengan problem seperti “Ah, aku harus punya baju model terbaru!”, “Bentuk badanku nggak oke, nih!”, “Kenapa aku nggak bisa seperti kelompok gaul itu, ya?” dan lain sebagainya yang jarang dialami oleh pria.

Contoh lain dari peristiwa stressful adalah kenangan akan pengasuhan masa kecil yang traumatik atau kekerasan yang pernah dialami ketika kecil. Sayangnya, wanita pun lebih berpotensi untuk mengalami peristiwa traumatik ketika dewasa, seperti kekerasan seksual atau penyerangan fisik dibandingkan pria.

Wanita juga lebih berpeluang mengalami stress yang lebih besar ketika mengalami peristiwa-peristiwa seperti menjadi orang tua tunggal, menderita sakit berat atau merawat keluarga yang sakit.
Tak kalah penting, kemiskinan juga menjadi faktor dominan yang bisa memicu depresi. Ketakutan wanita akan malgizi yang dialami keluarganya, isolasi sosial, sulitnya akses pendidikan, dan lain-lain meningkatkan peluang wanita mengalami depresi.

3. Faktor genetik
4. Faktor sosial
5. Dan faktor-faktor lainnya

*Kabar baik*nya, walaupun wanita berpeluang lebih besar mengalami depresi, tapi ternyata wanita cenderung mencari bantuan kepada ahlinya, sedangkan pria cenderung ‘lari’ kepada hal-hal seperti alkohol, obat-obatan terlarang dan sejenisnya. Hal ini pula yang menyebabkan tingkat bunuh diri pria lebih besar dibandingkan wanita. Penyembuhan

Bersyukurlah ketika ibu sadar jika ibu menderita depresi. Lebih-lebih jika ibu sudah mengenali gejala-gejala depresi dan segera ‘ngeh’ sebelum kondisi bertambah buruk. 

Namun, jika ibu sudah terlanjur menderita depresi, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan oleh ibu, tentunya di bawah pengawasan dokter atau psikolog ya, bu 🙏🏻

1. Segera temui dokter atau psikolog yang dapat membantu ibu.
Teman mungkin bisa membantu ibu untuk mengeluarkan uneg-uneg, namun tidak bisa membantu menyembuhkan depresi.

2. Mengonsumsi obat-obatan anti depresi.
Beberapa teman mengonsumsi obat-obatan anti depresi yang diresepkan oleh dokter mereka dan merasa jauh lebih baik setelah mengonsumsi obat-obatan tersebut. Ada yang memerlukan waktu beberapa bulan dan ada pula yang memerlukan waktu menahun, sesuai dengan tingkat depresi yang dialami.

3. Melakukan sesi psikoterapi dengan psikolog dan terapi simulasi otak adalah dua opsi lain dari obat anti depresi yang biasanya diberikan oleh dokter atau psikolog untuk menyembuhkan depresi.

4. Melakukan self healing.
Kini, ada beragam self healingyang bisa dicoba oleh ibu. Saya sendiri sampai saat ini mempraktekkan Trauma Release Exercise (TRE) karena sangat relaxing. Walaupun self healing dilakukan diri sendiri, namun untuk mempelajarinya tetap dibutuhkan bantuan dari pelatih tersertifikasi.

5. Mendekatkan diri kepada Allah Swt. 
Belajar percaya bahwa ketetapannya pasti yang terbaik, walaupun saat ini kita belum dimampukan untuk mengetahui maksud dari peristiwa yang ditakdirkan untuk kita. Kita bisa merutinkan puasa, shalat sunnah, ibadah malam, shalawat dan dzikir untuk membuat hati semakin tenang.

Oia,
Boleh saya titip pesan, bu? Jika ada saudara atau kenalan yang mengalami depresi, tolong hindari untuk mengatakan hal-hal seperti, “Tenang, semua akan baik-baik saja”, “Kamu kurang bersyukur sih, jadinya seperti ini!”, “Ah, kamu mah lebay banget, gitu aja stress!” dan judgement lainnya, karena percayalah bahwa hal itu tidak sedikitpun dapat membantu penderita depresi. Sebaliknya, ibu bisa mencoba untuk menjadi pendengar setia (ingat, mereka tidak butuh komentator), membuat mereka sibuk dengan hobi mereka atau sekedar memeluk dan menyentuh mereka 😊😊😊

Pencegahan
Setelah berkenalan dengan depresi, yuk cari tahu bagaimana mencegah depresi! 🎉

- Cara pertama adalah dekatkan, dekatkan dan dekatkan diri kepada Sang Pencipta. 
Klise, tapi semakin banyak mengingat Allah, insya Allah hati kita menjadi semakin tenang.

- Mencoba mencari sisi positif dari setiap kejadian.
Seorang bapak pernah memberi resep menjalani hidup dengan tenang kepada saya, yaitu: berkhuznudzon terhadap ketetapan Allah. Duh, susah ya, bu, tapi insya Allah kita bisa. Yuk, sama-sama pelan-pelan belajar..

- Membuat goal setting.
Jika punya banyak waktu, ibu bisa membuat dream book berisi impian-impian yang ingin dicapai selama hidup. Jika terbatas, ibu bisa menulisnya di selembar kertas dan membaginya menjadi beberapa periode (misalnya: Target 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, dst). Fungsinya untuk apa, bu? Dengan membuat goals, maka kita akan disibukkan untuk mencapai impian-impian kita dibandingkan memikirkan masalah dan kesedihan yang pasti tak pernah berhenti datang di kehidupan kita.

- Jangan pernah sendiri.
Penyendiri berpeluang lebih besar terkena depresi. Bersosialisasi, berkomunitas. Ajak anak-anak pergi beraktivitas ke luar rumah, bertemu banyak orang, mengerjakan hal-hal baru. 
Atau ibu juga bisa mengikuti beragam komunitas online sesuai minat ibu. Berteman dengan sebanyak-banyaknya orang. Siapa tau bisa jadi jalan rezeki juga, kan? 😊

- Untuk ibu-ibu yang baru melahirkan, komunikasikan pada keluarga sejak jauh-jauh hari sebelum melahirkan, bahwa kelak ibu memerlukan istirahat pasca melahirkan.
Jangan sungkan meminta bantuan pada keluarga untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Ingat bu, hanya ibu bahagia yang bisa menghasilkan ASI berlimpah dan memenuhi kebutuhan bayi. 

- Memiliki me time yang berkualitas.

Depresi dan Me Time
Salah satu alasan yang paling sering saya dengar tentang penyebab depresi pada wanita adalah perasaan merasa tidak berguna dan powerless. 
Solusinya bukan menjadi yang lebih segala-galanya dibandingkan suami, tetapi tentang bagaimana ibu bisa melakukan aktualisasi diri. Bagaimana agar ibu merasa bahwa dirinya berarti dan berharga, minimal untuk keluarganya dan syukur-syukur bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Salah satu cara yang bisa dimanfaatkan ibu untuk mengaktualisasikan diri adalah ketika me time. 
Jadi, jika ibu masih menganggap bahwa me time adalah omong kosong dan nggak penting, yuk dipikir-pikir lagi 😊😊

Me Time, Ketika Aku Menyelami Diriku
Jadikan me time sebagai sarana kita mengenal diri sendiri, menyapa diri sendiri. Jadikan me time sebagai waktu kita untuk sejenak keluar dari rutinitas harian 24/7.

Karena me time kita sangat terbatas, pastikan kita melakukan sesuatu yang benar-benar kita sukai.
Lakukan apa-apa yang menjadi passion kita ketika me time tiba. Dan akan lebih baik lagi jika me time dapat menjadi waktu kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Menjadi ibu bukan berarti mengubur impian dalam-dalam, karena ibu juga berhak untuk bahagia. Ibu juga berhak untuk melakukan hal-hal sesuai passionnya.
Jika ibu memiliki passion menulis, isilah me time dengan menulis, berkomunitas dengan penulis lain, belajar tentang kepenulisan, menjadi professional dalam bidang kepenulisan.
Jika ibu memiliki passion mengajar, isilah me time dengan berbagi ilmu dengan banyak orang lain. Tak perlu keluar rumah jika memang tak memungkinkan. Kini, media sosial telah menjadi media pembelajaran terefektif dan terefisien yang bisa dimanfaatkan ibu. Ada banyak orang di luar sana yang mungkin saja membutuhkan ilmu yang ibu miliki.
Jika ibu memiliki passion berbisnis, isilah me time dengan belajar berbisnis. Dimulai dari menjual hal-hal sederhana, tanpa modal dan tanpa stok, yang kini peluangnya sudah sangat amat banyak. Tapi ingat nasihat Bu Septi (founder Institut Ibu Profesional), “Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari”. Nggak harus ngoyo berbisnis sampai melupakan keluarga, karena rezeki itu sudah diatur. Yang pasti, kemuliaanlah yang harus terus dicari.

Dan banyak lagi contoh passion yang ada. 
Masing-masing ibu adalah individu yang unik, maka jangan paksakan untuk ingin seperti orang lain, mengisi me time dengan sesuatu yang kekinian hanya karena mengikuti tren. 
Sekali lagi, karena me time ini sangat terbatas, maka pastikan jika ibu sudah memenuhi kewajiban ibu sebelum melakukan me time.
Jangan lupa komunikasikan dengan keluarga tentang me time ini:
Tentang seberapa pentingnya me time bagi ibu. Tentang me time yang membuat ibu bisa mengaktualisasikan diri. Tentang bagaimana me time bisa membuat ibu semakin bahagia. Dan tentang bagaimana anak-anak yang bahagia hanya bisa dihasilkan oleh ibu-ibu bahagia.

Ibu membutuhkan inspirasi me time yang berkualitas, boleh banget lho cari referensi dari 33 kisah me time inspiratif dalam buku 33 Kisah Me Time, Perjalanan Ibu Bahagia.
uk, jadi ibu bahagia!

So, Me Time, Yes! Depresi, No!
Untuk lebih jelas semuanya sudah disusun dalam bentuk Resume dan dapat di baca kembali pada:

Tuesday, September 19, 2017

"Mengenali Me Sebelum Menentukan Me Time "

Kenali ME sebelum menentukan ME TIME
Oleh: Elma Fitria

“A Mother is she who can take the place of all others, but whose place no one else can take”

Seorang ibu adalah seseorang yang mampu mengambil pekerjaan semua orang, tapi tak ada orang lain yang mampu mengambil pekerjaan sebagai ibu

Ini adalah quote umum yang menggambarkan pentingnya peran seorang ibu. Namun di sisi lain juga menyiratkan betapa sibuknya menjadi seorang ibu. Di tengah kesibukannya, seorang ibu bisa merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri, merasa kehilangan dirinya, dan bisa jadi tanpa sadar mulai berpikir bahwa menjadi ibu adalah suatu pengorbanan yang tidak membahagiakan. Bisa jadi pelan pelan kita mulai ragu apakah menjadi ibu adalah pilihan yang tepat.

Padahal, dalam perjalanan hidup seorang perempuan, menjadi ibu adalah kondisi puncak. Disinilah semua yang Allah modali yaitu fisik , perasaan, dan pikiran, bisa menemukan bentuk terbaiknya, sehingga justru sebenarnya dalam peran sebagai ibu, semua potensi sebenarnya bisa teroptimalkan dengan baik. Kuncinya adalah terlebih dahulu mengenal diri (ME)

 Apa yang kita cari dari Me Time ?
Yang paling kita cari dari Me Time adalah kita bisa lepas dari hal-hal yang membuat kita penat dan lelah. Kita keluar dari draining situation (situasi yang menguras tenaga, perasaan, pikiran). Jika kita berhasil melakukan ini saja, ini sudah cukup membuat kita merasa nyaman. Kita akan merasa tenang dan senang. Namun ini adalah kondisi minimal, ini baru separuh dari fungsi Me Time, yaitu fungsi Relaksasi.
Sebenarnya Me Time tidak cukup sampai disini saja. Ada bagian kedua dari Me Time fungsi Aktualisasi Diri. Kata yang paling tepat untuk mewakili ini adalah kata Flourish (Mekar Berkembang). Bayangkan Bunda melakukan Me Time yang membuat Bunda indah mekar berkembang.

Inilah Me Time yang seutuhnya. Me Time yang tidak sekedar kita bisa bebas dengan dunia kita sendiri, namun waktu dimana kita menemukan dan menjadi Diri Kita yang Sesungguhnya, Diri Kita yang Terbaik, Diri Kita yang Bahagia .

Kalau Me Timenya sesuai dengan ME (diri sendiri) maka pribadi kita akan jadi lebih baik setelah Me Time. Tapi jika Me Time yang kita pilih sebenarnya tidak sesuai dengan ME, maka kita bisa terjebak hanya melakukan Lazy Time. Kita hanya mengisinya dengan sesuatu yang semata pengalihan dari rasa cape dan jenuh saja. Jika seperti ini, kita tidak akan juga berkembang, dan lambat laun akan merasa hidup tidak produktif, tidak bahagia, tidak berharga, dll.
Jadi untuk dapat Me Time yang berkualitas, kita perlu mengenali lebih dalam lagi siapa sebenarnya diri kita (ME) dan apa yang diri kita butuhkan setiap hari. Dengan ini, kita memiliki tujuan menjadikan Me Time kita sebagai momen yang meningkatkan kualitas hidup dan kualitas pribadi kita     
             
Mengenali ME
Setiap manusia unik dan punya ciri khas masing-masing dalam kepribadiannya, begitu pun para ibu. Ada yang pandai bergaul, ada yang senang merenung, ada yang senang menata, dll.

Jika kita memahami diri kita dengan baik, maka kita tahu bagaimana cara kita untuk bisa Tenang, Senang, dan Berkembang. Kita akan mengetahui bagaimana cara Relaksasi yang paling tepat untuk kita, yang darinya kita bisa merasa Tenang dan Senang. Kita kemudian jadi tahu juga apa yang bisa menjadikan diri kita Berkembang.                     
Pertama, kenalilah apa yang sebenarnya membuat kita merasa Tenang.

Tiap orang punya sumber ketenangan yang berbeda-beda
Ada yang merasa tenang ketika mendapatkan suasana yang nyaman untuk berpikir. Ada yang merasa tenang ketika punya waktu untuk ngobrol berdua dengan suami, atau hanya berduaan saja tanpa harus ngobrol. Ada yang merasa tenang, ketika untuk sehari itu, rumah bisa betul betul rapi. Ada yang merasa tenang ketika semua berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan diinginkannya.

Jika Bunda adalah orang yang pemikir atau imajinatif, sangat mungkin ketenangan, terkait erat dengan kondisi pikiran. Jika Bunda adalah seorang yang peka dan perasa, maka ketenangan didapat hanya jika suasana dan interaksi dengan orang-orang terdekat benar benar dalam keadaan yang baik.                     
Setiap Bunda adalah pribadi yang UNIK.
Tentu kita masing-masing punya kebutuhan yang berbeda terkait ketenangan.
Hal yang sama berlaku juga terkait apa yang membuat kita bisa merasa Senang, mendapatkan apa yang disebut sebagai Emosi Positif.
Setelah kita tahu apa yang membuat kita merasa Senang dan Tenang, barulah kita bisa mengetahui apa yang bisa membantu kita untuk Berkembang.                     
Demikian materi pengantar dari saya, nah saya mau memberi PR untuk Bunda-Bunda malam ini, supaya Bunda makin kenal dengan diri sendiri 😊.

Silakan ditulis jawabannya untuk jadi catatan sendiri, boleh juga jadi bagian dari pertanyaan yang akan diajukan.     
              
PR malam ini :
1. Apakah Anda orang yang lebih senang ketemu orang lain, atau orang yang lebih senang tidak ketemu orang lain ?
2. Saat tidak ketemu dengan orang lain, lebih senang berpikir atau lebih senang mengerjakan sesuatu ?
3. Ketika berpikir, lebih cenderung berpikir dengan otak kiri (logis, rasional, penuh rasa ingin tahu, analitis atau filosofis) atau otak kanan (imajinatif, kreatif, intuitif) ?
4. Ketika mengerjakan sesuatu (saat tidak ketemu orang lain) cenderung mengerjakan sesuatu secara indoor atau outdoor ?
5. Jika lebih senang bertemu dengan orang lain, Anda lebih senang berinteraksi sejajar dengan orang lain ? Atau cenderung di atas orang lain (mengatur, mengarahkan) ? Atau di bawah orang lain (melayani, mendukung, membantu)
Berikan persentase untuk setiap jawaban seperti dicontohkan pada gambar berikut :

Untuk lebih jelas semuanya sudah disusun dalam bentuk Resume dan dapat di baca kembali pada:
http://bit.ly/MeAndMeTime

Monday, September 18, 2017

Pendaftaran (Pra-Matrikulasi) Institut Ibu Profesional

PENDAFTARAN
(PRA MATRIKULASI)
INSTITUT IBU PROFESIONAL


"Menyadari bahwa seorang ibu adalah madrasah pertama & utama untuk anak-anaknya, oleh karena itu dibutuhkan keterampilan mempersiapkan diri untuk menjadikan seorang ibu sebagai "Agen Perubahan" 

Komunitas "Institut Ibu Profesional" (IIP) adalah komunitas pemberdayaan wanita untuk meningkatkan kualitas para bunda maupun calon bunda. Ada banyak ilmu yg harus dikuasai supaya dapat menyiapkan generasi terbaik di masa depan

Sebelum melangkah ke pendaftaran, supaya para bunda dan calon bunda memahami dahulu apa yang ada dalam komunitas kami, alangkah baiknya membaca Tata Tertib IIP di http://bit.do/TataTertibIIP (silahkan klik dan buka di browser)

Dan apabila sudah yakin dan memahami, silahkan daftarkan diri anda di : http://bit.do/FormRegistrasiAwal (silahkan klik dan buka di browser)

Terima kasih.

Salam Ibu Profesional

/Pengurus Pusat INSTITUT IBU PROFESIONAL/

Saturday, September 16, 2017

"My Booster"

My Achievement - Institut Ibu Profesional

Peraih 11 Badge Outstanding Performance - Kelas Internasional Bunda Sayang Batch #3 Instutut Ibu Profesional 

Fasilitator Berprestasi - Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch #5

Wisudawati Terbaik Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch #4
Semoga tidak hanya teruji didalam kelas, namun dalam ranah domestik.. Ins shaa Allah
Terimakasih fasilitator ku yang cantik Zahra Margautami atas ilmu dan bimbingan-nya..
Semoga menjadi motivasi diri untuk memberi kontribusi dan manfaat bagi komunitas dan sesama.

#Booster
#TidakBermaksudApaApa
#PenyemangatDiriUntukLebihBaik
#KelasMatrikulasi
#SemogaDijauhkanDariUjub

Ibu Rantau Profesional


WISUDA MATRIKULASI INSTITUT 
IBU PROFESIONAL LUAR NEGERI BATCH #4
Mempersembahkan

🎉 ONLINE TALKSHOW MENJADI IBU RANTAU PROFESIONAL 🎉
"Membangun Diri Ketika Tak di Negeri Sendiri"
Untuk kalian wahai Perempuan:
·  Ada yang merasa terjebak dalam kondisi 'harus menjadi wanita karir'?
·  Atau dalam masa yang sedikit bimbang bagaimana merawat anak, suami, dan keluarga ketika harus tetap bekerja?
·  Atau justru ada yang terlalu asik bekerja?

Bagi kalian yang laki2:
·  Adakah yang masih takut memiliki pasangan hidup dengan wanita dengan pendidikan tinggi (bukan harus pendidikan formal)?
·  Atau ada yang merasa wanita dengan Pendidikan tinggi itu tidak bisa mengurus keluarga?
No no nooo..  Sepertinya jarang lah yaaa ada laki2 seperti ini, semoga 😃😃

🍂🍃💐🍃🍂💐🍂🍃💐🍃🍂
Menghadirkan Dr. Sastia Prama Putri, seorang asisten profesor tetap di Osaka University, Jepang, yang menyelesaikan program Master+Doctor-nya hanya dalam 3.5 tahun saja!
Namun demikian, beliau masih tetap dapat menjaga keharmonisan keluarganya terutama dengan anak-nya!

Wisuda kali ini tentunya berbeda dari wisuda-wisuda pada umumnya.
Kami para Ibu yang tersebar dari Belahan Benua Asia, Australia, Eropa hingga Benua Amerika berkumpul bersama untuk belajar dalam wadah Institut Ibu Profesional.
Akan hadir pula bersama kami para tamu dan undangan yang tidak kalah istimewa.
Kami akan mengajak semua-nya  untuk berkeliling menikmati keindahan berbagai negara di Dunia. Penasaran kan???

🍂🍃💐🍃🍂💐🍂🍃💐🍃🍂
Tonton Talkshow-nya LIVE STREAMING on YOUTUBE
http://bit.ly/IbuRantauProfesional

Friday, September 01, 2017

Program Manager Online 2017

Program ini alhamdulillah sudah dijalankan dan 90% saya katakan berhasil. Semoga ditahun depan Manager Online mampu menyusun program-program yang lebih dahsyat lagi, sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas dan pelayanan kepada sesama. Inshaa Allah