Sunday, May 28, 2017

Indikator Profesionalisme Perempuan


NICE HOMEWORK #2 - INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
Institut Ibu Profesional Matrikulasi Batch #4 Luar Negeri
 oleh: Dede Rahmadhany
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 
Indikator: /in·di·ka·tor/ n sesuatu yang dapat memberikan (menjadi) pe-tunjuk atau keterangan.
Semua orang boleh jadi ingin menjadi sosok professional, baik dalam pendidikan, pekerjaan bahkan dalam kehidupan sehari-hari (secara social maupun personal). Paling tidak menjadi menjadi sosok professional dimata keluarga.
Namun setiap manusia haruslah mengetahui siapa dirinya, kenapa dia dilahirkan, dan apa tujuan dan tugas-tugas hidupnya, apakah hidupnya bisa membawa kebermanfaatan bagi sesama, apakah sebagai individu kita mampu mengenali kekurangan dan kelebihan diri sehingga bisa menjadi acuan untuk berubah kearah yang lebih baik.
NHW#2 kali ini memberikan kesempatan bagi saya untuk membuat Indikator apa saja untuk menjadi seorang Perempuan Profesional yang mengenal dan memahami diri sendiri serta memberikan kesempatan kepada keluarga terutama suami dan anak untuk memberikan penilaian terhadap diri saya sebagai “nilai ukur diri, sebagai sebuah bentuk nasihat, sebagai sebuah motivasi” untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Dan dalam NHW#2 kali ini, kunci dari membuat Indikator di singkat menjadi SMART yaitu:
1. Specific (unik dan detail)
2. Measurable (terukur secara kuantitatif guna memudahkan pengukuran dan evaluasi)
3. Achievable (mudah dicapai, karena sesuai dengan kemampuan dan kapasitas organisasi atau individu)
4. Realistic (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari, fokus pada isu-isu strategis)
5. Timebond (Berikan batas waktu)

Sebagai Individu:
1. Sholat tepat waktu meskipun dalam kondisi sibuk.
2. Memperbanyak Sodaqoh, Sodaqoh dan Sodaqoh
3. Berupaya agar bisa Mengkhatam-kan  Al-Quran lagi yang sudah melewati dari target yang diharapkan. (terutama dalam Bulan Suci Ramadhan ini).
4. Percaya akan kemampuan diri sendiri namun tetap tawadhu’
5. Mampu berdamai dengan kekurangan diri sendiri.
6. Berbuat baik dan tidak pilih-pilih dalam menolong orang lain.
7. Berjanji untuk selalu mengambil sisi positif dari orang lain, dan mengabaikan sisi negatif-nya
8. Rajin mengikuti Kajian-kajian Islam, agar hati lunak terhadap nasihat, agar hidup mampu “memfilter” segala kebaikan dan keburukan.
9. Aku berhak dan layak untuk Bahagia

Sejujurnya, ketika mempersilahkan suami untuk menuliskan indikator-indikator apa saja yang beliau harapkan kepada saya sebagai seorang istri, saya berharap saya-pun dapat menuliskan indikator/penilaian saya terhadap-nya, agar Balance dan kami saling mengetahui keinginan apa yang ada didalam hati kami masing-masing sepanjang melewati hampir 7 tahun pernikahan ini. Dan ini lah beberapa hal yang Beliau harapkan kepada saya [dibagian bawah ini Beliau mengetik sendiri]:
Sebagai Istri:
1. Sebaiknya menjadi lebih penyabar kepada keluarga. Saya mengerti mengenai kesensitivan  perasaan beliau bukan berarti hal ini  selalu menjadi hambatan karena seiring waktu dan dewasa seseorang  akan lebih bisa menguasai emosinnya.
2. Lebih banyak senyum
, salah satu senyum yg saya rindukan  pada saat saya pulang kerja. (karena anak saya selalu tersenyum dan happy ketika saya pulang kerja).
Demikianlah keinginan dan harapan suami saya terhadap saya yang Beliau ketik sendiri. Sedikit bergetar membaca poin tiap poin-nya, sayangnya saya tidak punya hak jawab (kenapa dan mengapa) juga tidak diberikan kesempatan “defense” hehehe.. Namun saya terima dengan lapang dada, semoga saya bisa menjadi pribadi seperti yang dia harapkan.
Hal-hal dan harapan ini yang ingin saya lakukan dan pertahankan:
Sebagai Ibu:
1. Mempupuk Kesabaran yang tiada berbatas.
2. Menyediakan telinga untuk menjadi pendengar utama.
3. Memperhatikan asupan makanan.
4. Tidak membandingkan dengan anak orang yang lain.
5. Percaya akan kemampuan-nya dan fitrah-nya sebagai seorang anak.
6. Menjadi Ibu, Guru, sahabat, dan teman bermain bagi-nya.
7. Sebelum tidur sejak Dia bayi dan sampai detik ini, saya tidak pernah lupa untuk meminta maaf kepada putra saya atas segala kesalahan dan ketidaksempurnaan saya sebagai Ibu-nya.
8. Mendoakan kebaikan dan kebahagiaan disepanjang hidup-nya

Ohhh.. Anak 5 tahun ini.. He’s not baby anymore.. Dia bicara sangat banyak, dia berani menginterupsi, mengomentari, menyatakan ketidaksetujuan dalam bentuk marah, nangis, dan kesal. Dari obrolan kami sebelum tidur di dua hari berturut-turut, ketika saya menanyakan pertanyaan yang sama:
“Agatha, apa yang Agatha inginkan dari Mama dan apa yang Agatha harapkan dari Mama?”
Sebagai Ibu:
Dia ingin agar saya selalu bersamanya diberbagai kondisi:
1. Agatha mau Mama menemani Agatha ke sekolah.
2. Agatha mau Mama menemani Agatha Menggambar.
3. Agatha mau Mama menemani Agatha Bersepeda.
4. Agatha mau Mama menemani Agatha bermain di playground.
5. Agatha ga pengen Mama pergi bekerja, biar Papa ajah yang kerja.
6. Agatha mau Mama fokus sama Agatha aja

Rasulullah SAW bersabda, "Khairunnas anfa’uhum linnas", yang artinya, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain." (HR. Bukhari dan Muslim).

Tulisan ini juga dapat dibaca dalam bentuk PDF File pada link berikut: http://bit.ly/NHW2-IndikatorProfesionalismePerempuan

0 comments:

Post a Comment