Monday, July 10, 2017

Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

NICE HOMEWORK #6 - BELAJAR MENJADI MANAJER KELUARGA HANDAL
Institut Ibu Profesional Matrikulasi Batch #4 Luar Negeri
oleh: Dede Rahmadhany
Salam Ibu Profesional!
Alhamdulillah, pukul 1:32am waktu Singapore disini. Setelah libur lebaran 2 Minggu, akhirnya bertemu kembali dengan NHW#6. Tidak bisa dipungkiri aura Mudik dan Liburan 2 Minggu lepas dari rutinitas segala macam pekerjaan Rumah Tangga dan istirahat dari Nice Home Work masih terasa sampai detik ini, maksudnya masih terasa kurang hehehe.. seperti belum bisa menerima kenyataan kalau waktu berjalan cepat, kalau sudah berada di negara ini lagi, masih mikir kenapa ga disana ajah, kenapa libur kok cepet banget, kenapa Lebaran ga 1 bulan ajah. Ok ini udah eror, segera cuci muka! Dan saat ini saya sudah duduk kembali di depan layar Monitor. Semangat lagi untuk NHW#6!!
Tadinya bilang mau ngerjain NHW#6 dari 3 jam yang lalu, tapi lagi-lagi kerjaan surfing, browsing, ngobrol sama teman lama, dengan pembelaan “ya gpp.. hidup itu kudu balance, jangan serius-serius, jangan ngoyo, kudu tau informasi biar ga kudet, kudu tetep berteman dan ngobrol sama orang biar waras (murni ini pembelaan hehehe..) Cuma ya itu suka kebabalasan. Entahlah ini baik apa engga, Kudu dikoreksi kalau gitu ya. >___<
Sadar ga sadar, ada hal-hal yang kadang mengganggu proses kita menemukan peran hidup yaitu RUTINITAS. Bagi sebagian orang rutinitas itu ada seneng dan engganya, kalau mencintai peran dan tugas yang sudah dipilih dengan komitmen, mungkin bisa jadi Rutinitas akan menjadi sebuah hal yang menyenangkan, seperti menemukan passion dalam hidup atau bahkan ini lebih dari sekedar “passion”. Namun bila rutinitas tidak dinikmati dengan berbagai alasan, maka hal ini dipastikan akan menggangu proses dalam menemukan peran hidup. Saya rasa kepenatan dalam menjalani rutinitas adalah hal yang normal. Manusia tidak di program layaknya robot yang bertugas mengikuti apa yang sudah diperintahkan, tanpa protes tanpa mampu bilang “cape, penat, bosan dsb”. Tapi jangan salah Robot saja bisa eror ya, apalagi manusia hehe..
Menjalankan pekerjaan rutin yang tidak selesai, membuat kita merasa sibuk sehingga kadang tidak ada waktu lagi untuk proses menemukan diri. Maka pentingnya kita mereview kembali hal-hal yang dirasa betul-betul penting dan tidak penting, sehingga perasaan merasa “paling sibuk” sendiri itu bisa di handle dengan baik dan Manajemen waktu pun bisa terukur keberhasilan-nya.
Saya mencoba menuliskan 3 hal saja dari aktivitas-aktivitas yang saya rasa Penting dan Tidak Penting menurut saya pribadi:
Dari daftar yang saya tulis diatas, waktu dominan saya sebenarnya paling banyak dihabiskan bersama anak (dalam hal ini mulai bangun tidur sampai tidur lagi). Waktu bersama anak ini sudah termasuk mempersiapkan segala kebutuhan dia ketika bangun tidur, mandi, menyiapkan baju dan sarapan, mengantarkan ke sekolah, menjemput pulang sekolah, menyiapkan makan siang, mereview kegiatan, mereview aktivitas selama disekolah, meninabobok untuk tidur siang, melakukan kegiatan outdoor yang sudah terencana dalam jadwal mingguan, mempersiapkan makan malam, mengajari mengaji dan menemani aktivitas malam hari, baik itu bermain dan belajar. Namun pada poin kedua saya menuliskan salah satu hal penting yang harus selalu saya lakukan adalah: “menyiapkan makanan untuk anak dan suami”  karena hal ini tidak kalah penting?

Ketika Agatha (putra saya) dilahirkan saya mengambil peran penuh untuk mengasuh tanpa bantuan siapapun. Termasuk ketika Agatha sudah berumur 6 bulan yang mana tiba waktunya bagi dia untuk memperoleh MPASI sebagai makanan pertamanya. Untuk ukuran saya yang sejak SD tidak pernah masuk dapur bahkan sampai kuliahpun, memasak menjadi suatu aktivitas yg “awam” bagi saya hehehe.. dan menjadi sebuah pekerjaan yang diragukan oleh Bapak ketika saya lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah untuk beraktivitas (salah satunya Pramuka) yang namun pada akhirnya kegiatan ini lah yang membantu saya untuk bisa menjadi KOKI paling handal menurut versi saya sendiri. xoxoxo...
Jadi tugas memasak menjadi sebuah hal tidak kalah penting, karena saya berharap se-enggak enaknya masakan saya, pasti lebih baik, aman, dan higienis hehehe.. Jadi rutinitas memasak saya ajukan di poin kedua. Saya tiap hari kaya dikasih ujian, masak apa ya hari ini? Walaupun sudah berusaha menyusun menu, tetap saja tiap hari kudu liat Paman Google, tetap saja sebelum tidur, mikir besok masak apa. Dan disinilah peran internet itu menjadi vital versi saya hehe.. Jadi saya mau buat pembelaan, browsing dan surfing itu tidak apa-apa asal jangan kebablasan. Kaya yang awalnya browsing menu, tiba-tiba notification sosmed muncul, yang pertama cuma liat notif, akhirnya menjalar kemana-mana, lanjut sosmed berikutnya dan berikutnya.. sehingga browsing menu yang sedianya cuma 2 menit tapi baca Sosmed 2 jam.. TER LA LU !! hehe..
Saya akan menyingkat kembali jadwal harian yang saya lakukan dari waktu ke waktu dalam satu hari penuh dan semoga akan saya tepati dan berjanji tidak mengganti dengan seenaknya sehingga menjadi waktu yang tidak sia-sia. (Beberapa poin dibawah ini memang sudah berjalan sebagai mana mestinya).

Jadwal harian
Subuh-08.30 : Kegiatan Rutin (Mempersiapkan keberangkatan anak kesekolah dan suami ke kantor baik itu sarapan, pakaian dan bekal)
09.00 - 15.00: Mengantar dan menjemput Agatha kesekolah (karena jarak sekolah dari rumah sejauh 21Km, sehingga saya tidak bisa pulang kerumah dalam masa menunggu dia dikelas, jadi saya putuskan menunggu sampai kelas selesai)
15.00 - 18.00 : Kegiatan Rutin (menyiapkan makan siang, mereview aktivitas harian, meninabobok “tidur siang”, aktivitas setelah bangun tidur, memasak makan malam keluarga)
18.00 - 20.00 : Waktu bersama anak (Makan Malam dilanjutkan review pelajaran untuk esok hari)
20.00 - 20.30 : Waktu Free Agatha (Boleh nonton BBC atau Nick Junior selama 30 menit lanjut sharing, cerita dan diskusi bersama Mama)
20.30 - 22.00 : Waktu Dinamis (report kegiatan Mama & Agatha hari ini kepada Papa.
22.00 - 23.00 : Kegiatan Rutin (Agatha & Papa bersiap tidur, Mama mengecek persiapan sekolah Agatha dan membereskan dapur dan ruang keluarga.

Dari jadwal ini sebenarnya waktu yang paling banyak saya habiskan yaitu berada disekolah Agatha, namun saya menganggap waktu ini sebagai waktu penting bersama anak. Toh dalam perjalanan pulang pergi sekolah, di bus dan MRT adalah salah satu waktu Bonding terbaik antara saya dan Agatha. Jadi saya yakin tidak ada waktu yang sia-sia. Selama menunggu dia didalam kelas-pun saya dapat memanfaatkan waktu untuk mengecek WAG IIP atau berinteraksi dengan beberapa teman dan tidak jarang memperoleh ilmu baru dan informasi-informasi penting yang telat saya baca.

Saya sebenarnya merasa waktu setelah sampai dirumah sekitar pukul 15:00-18:00 menjadi waktu tersingkat dan terpadat, karena harus mengerjakan banyak hal di range waktu ini, mungkin saya harus mengkoreksi dan skip beberapa dan memindahkan diwaktu yang lain. Sedangkan waktu dinamis ini saya gunakan untuk sharing bersama suami tentang apa saja yang kami lakukan berdua (saya dan Agatha) selama sehari penuh. Lalu ngobrol apa saja tentang keluarga, teman, membahas berita tanah air, sesekali berkomunikasi atau video call dengan anggota keluarga di Indonesia.
Saya rasa meski tidak menganggap dan menuliskan bahwa “me time” menjadi salah satu poin penting dari para Ibu, saya tetap memberi waktu tersebut bagi diri saya sendiri. Dan waktu tersebut ada dalam range waktu 23:00 – 01:00 (meski kadang kebablasan >__<). Namun dalam mengerjakan NHW seperti ini, dijam-jam ini lah mampu saya lakukan, ketika anak dan suami sudah berada pada jam tidur-nya, ketika pekerjaan rumah tangga sudah saya anggap selesai untuk tiap hari-nya, maka ide untuk menulis muncul dalam waktu-waktu senyap. (Krik..krik..krik..) :D

Semoga rutinitas ini dapat berjalan sebagaimana mestinya dan menjadi-kan segala waktu tidak sia-sia. Yang tidak penting akan dikurangi dan berusaha menambah range waktu pada aktivitas yang dirasa lebih penting dan manfaat. Bila dirasa tidak cukup efektif, maka saya akan merevisi kembali.

Tulisan ini juga dapat dibaca dalam bentuk PDF File pada link berikut: http://bit.ly/NHW6-BelajarMenjadiManajerKeluargaHandal

0 comments:

Post a Comment