Saturday, July 29, 2017

Bunda Sebagai Agen Perubahan

NICE HOMEWORK #9 - BUNDA SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Institut Ibu Profesional Matrikulasi Batch #4 Luar Negeri
oleh: Dede Rahmadhany

Google Doc.
Konsep Perubahan adalah sebuah transformasi keadaan sekarang menuju keadaan yang diharapkan dimasa yang akan datang. Dalam arti singkatnya sebuah keadaan yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.
Dalam hidup ada hal yang dinamakan “passion” (ketertarikan minat). Ada baiknya Passion diharapkan tidak hanya semata-mata dilakukan karena perasaan puas, namun sebaiknya passion yang kita punya juga memberi manfaat bagi orang-orang disekeliling kita. Hal ini bisa dimulai dari lingkup keluarga kecil, lingkup keluarga yang lebih besar bahkan bisa dinikmati secara berkelanjutan di masyarakat. Bukankah menemukan diri kita dengan sebuah passion yang dapat memberikan manfaat & dampak positif bagi sekeliling kita menurut saya pribadi merupakan salah satu tujuan dari passion itu sendiri. Perhatikan isu sosial di sekitar kita, lalu mulai- lah belajar untuk membuat solusi terbaik dikeluarga dan selanjutnya dimasyarakat.

Rumus yang bisa kita pakai:
*PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE*

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.
Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur.
Sehingga kita bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri. Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial disekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.
Mulailah dari yg sederhana,  lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita. Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.

Saya mengisi bagan dibawah ini sebagai bentuk Passion + Empathy demi tujuan menghasilkan Social Venture bagi sekitar.
*ISU SOSIAL:
Pada masa sekarang ini, Gadget (Contoh: Smartphone, Smart tablet & Netbook) seperti sebuah hal yang tidak terpisahkan dari anak-anak diseluruh belahan dunia. Tentunya penggunaan gadget harus dibatasi dengan aturan jelas dari kedua orang tua agar anak-anak tidak menjadi korban dari Gadget itu sendiri. Namun orang tua dapat mulai menjadikan Gadget menjadi sebuah hal yang memberi manfaat berbeda bagi anak-anak mereka dengan cara mulai menjadikan gadget media untuk belajar. Salah satunya adalah sebagai media untuk menulis.
Kesibukan orang tua adalah salah satu yang menjadi penyebab anak menjadi lebih dekat dengan Gadget dan yang menjadi persoalan pula, orang tua mengijinkan anak-anak bermain Gadget tanpa kontrol dan pengawasan yang jelas. Ditambah dengan kurang-nya bonding diantara keduanya menjadi salah satu pemicu Gadget dijadikan pelampiasan si anak dalam menghibur diri sendiri dan orang tua-pun telat menyadari karena melihat kenyataan bahwa anak-anak lebih anteng bila sedang bersama si “gadget”

*MASYARAKAT:
Yang di maksud masyarakat pada bagian ini adalah menyasar kepada anak-anak dan para orang tua terutama Ibu.

*IDE SOSIAL:
Bagi anak-anak yang belum lancar menulis atau membaca, bercerita kepada orang tua adalah cara mudah untuk mendeskripsikan perasaan si anak. Ibu dapat memposisikan diri-nya sebagai teman bagi si anak, agar si anak mampu dengan luwes bercerita kepada Ibunya. Dan Ibu dapat membantu si anak dengan cara mengambil kesimpulan dari bahan cerita anak tersebut. 

Lalu menuangkan-nya kedalam sebuah Blog sebagai media untuk mencurahkan aliran rasa dalam bentuk tulisan sehingga target-nya adalah menjadi langkah awal bagi para anak-anak untuk mencintai kegiatan menulis. Kontinuitas dalam mengisi blog bisa terus dibantu dan diarahkan sampai mereka mampu menulis sendiri isi pikiran mereka dengan cukup baik, tentunya dalam bimbingan dan arahan.
Isi Blog bebas apa saja yang terpenting berhubungan dengan si anak dan Aliran rasa dari masing-masing anak. 
Apabila dirasa anak sudah bisa menulis dan menuangkan cerita-nya sendiri, beri kepercayaan kepada mereka untuk melakukan-nya sendiri, tentunya dengan pengawasan dan kontrol, sehingga Gadget tidak kemudian disalahgunakan kembali.
Tujuan dari bercerita dan menuangkan cerita dalam bentuk Blog tidak semata-mata hanya untuk mengeluarkan aliran rasa si anak, namun sebagai moment istimewa antara anak dan kedua orang tua-nya (terutama Ibu), karena dalam moment bercerita tersebut perlahan tapi pasti terjalin perasaan bonding yang kuat diantara keduanya. Tidak hanya Kedekatan fisik saja, namun kedekatan emosional keduanya pun bisa terjalin dengan baik. Pun tidak menutup kemungkinan dengan memotivasi mereka bercerita dan menulis dalam bentuk Blog maka isi dari tulisan tersebut dapat dibukukan dan mempunyai nilai jual karena dianggap mampu menginspirasi orang banyaks. In shaa Allah
Bila anda ingin mengubah sesuatu, jadilah perubahan itu sendiri
[Ridwan Kamil]
Tulisan ini juga dapat dibaca dalam bentuk PDF File pada link berikut: http://bit.ly/NHW9-BundaSebagaiAgenPerubahan

0 comments:

Post a Comment