Friday, May 18, 2018

"Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya"

Minggu ini adalah minggu yang galau bagi saya, sejak Sabtu lalu saya menunggu hasil keputusan ujian masuk madrasah bagi Agatha yang ujiannya sudah dilaksanakan sebulan yang lalu. Saya sudah berusaha menanamkan dalam diri saya sikap pasrah, kepasrahaan terhadap apapun hasil dari ujian bagi si anak kecil ini. Bukan perjuangan yang singkat mengusahakan dan berikhtiar agar Agatha bisa lulus masuk ke Madrasah yang mana ini tidak mudah. Senin tanggal 14 Mei 2018, saya bolak balik ke kotak surat menanti "surat cinta" yang hasilnya ntah apa. Namun belum jua kunjung datang.. Okelah mungkin besoknya pikirku. Namun sejak pagi hingga sore suratpun belum juga tiba, perasaan khawatir tentu ada, namun jika sedang galau begini saya perbanyak istiqfar dan berzikir. Ya Allah apapun hasilnya ikhlaskan dan pasrahkan. Info masuk dari beberapa Ibu yang anaknya sama-sama berjuang di madrasah beberapa sudah menerima, ada yang anaknya sukses diterima ada pula yang belum berjaya dan belum diterima. Hati saya mulai deg-degan.. tapi lagi-lagi berusaha menyabarkan diri. Akhirnya sebelum azan Maghrib saya beranikan turun ke bawah untuk mengecek kotak surat. Dannn... Qodarullah, Agatha juga belum berjaya diterima di Madrasah. Ya Allah perasaan saya pada saat itu campur aduk, tapi lagi-lagi saya berusaha percaya dan berprasangka baik atas keputusan Allah pada saat itu. Ini yang terbaik darinya. Lalu saya naik lagi ke atas dan masuk rumah. Saya melihat Agatha sedang duduk manis di sofa sambil memegang "thomas & friends" nya. Lalu saya bilang "Agatha.. sini peluk Mama dulu" Lalu dia segera memeluk saya. Saya memeluknya dengan sangat erat, dan mencium kepala dan dahinya. Ah nak... "Mama sayangggg sekali sama Agatha" Mama tahu Agatha sudah berusaha dan melakukan yang terbaik dari yang Agatha bisa. Keputusan hari ini adalah campur tangan Allah, ini mungkin yang terbaik untukmu saat ini ya nak." Agatha lalu bertanya: "why you look so sad mommy"... "I'm okay" jawabku. Lalu saya bertanya padanya: "nak, kalau Agatha ga bisa sekolah di madrasah bagaimana?' Dia balik bertanya: "why ma? why Agatha can't go to Madrasah??" Saya menjawab "yaaa.. mungkin pada saat ujian kemarin nilai Agatha tidak terlalu bagus nak, sehingga belum berjaya diterima disana". Dengan santai Agatha membalas dengan kalimat "it's okay ma, we can find another school, right??" Dalam hati saya, dewasa sekali nak kamu, bahkan kamu bisa tetap tenang menerima keadaan, tetap bijak dan tidak terlihat sama sekali perasaan kecewa yang Mama sendiri pun tak dapat dengan mudah menutupinya. Saat itu juga saya tidak menjawab balik, namun saya hanya tersenyum dan menjawab dalam hati "in shaa Allah ya nak".. Seperti janji saya di Senin lalu, apapun keputusan yang akan diterima di hari Selasa, hari rabu kami akan tetap pergi "ngedate" berdua. Kegiatan dating berdua antara saya dan Agatha sudah dijalani bertahun-tahun, ya sebenarnya tiap hari sejak dia lahir kedunia pun saya sudah ngedate sama bocah itu hehehe.. Setiap hari adalah hari-hari spesial bagi kami berdua. Namun sejak dia bersekolah ngedate hanya dilakukan setiap hari Kamis atau hari Jumat saja. Kalau wikend adalah Family Time bagi kami bertiga (Saya, suami dan Agatha). Kenapa ini jadinya hari Rabu, karena Kamis sudah memasuki puasa dan sekolah mengajipun diliburkan dihari pertama.
Menepati janji saya, sepulang mengaji di hari Rabu saya mengajaknya bermain Zoomoov lalu memilih makanan dan minuman yang dia sukai serta mengikuti apa keinginannya hari itu asal permintaan-nya masuk akal dan bisa di penuhi oleh saya. Jadilah hari Rabu kemarin adalah hari yang happy baik bagi saya dan tentunya bagi Agatha. Sejenak mampu melupakan rasa "galau" dihati saya. Setelah lelah saya mengajaknya pulang dan diperjalanan di dalam Bus Agatha minta dipeluk karena dia mengantuk. Meski sudah tidak bayi lagi, Agatha masih sering minta dipeluk oleh saya. Setelah dipeluk tidak lama si bocah pun tertidur. Saya hanya bisa memandang dan mengusap-ngusap punggungnya.
"Nak.. kegagalan ini bukanlah akhir, perjalanan masihlah panjang, masih begitu banyak tantangan yang akan kamu hadapi di depan mata kelak, dan kamu akan bertemu dengan berbagai hal, ntah itu kemenangan ataupun kekalahan. Yang perlu kamu pahami adalah, apapun hasilnya kelak, terus maju, jangan terlalu lama menoleh kebelakang, temukan hal baru lainnya, cepat bangkit meski sakit dan tertatih. Allah Maha menghargai usaha dan upaya kita nak.. (nasihat untuk Mama juga tha..) Jangan menyerah, Mama akan terus berada disampingmu, sebagai orang tua, sebagai partner, sebagai teman dan sahabatmu. Percayalah Agatha, sepanjang hidup Mama memilikimu, kamu adalah Bintang kecil yang bersinar terang dihati Mama..
Semoga nanti Allah masih berikan kesempatan kedua bagimu nak untuk berada disana. In shaa Allah..

#HariKe-2
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#BintangKeluarga
#SemuaAnakAdalahBintang

0 comments:

Post a Comment