Sunday, May 20, 2018

"Jadikanlah sholat sebagai kebutuhan"

Sejak usia balita Agatha mulai saya kenalkan ibadah sholat. Meski awanya hanya sekedar ajakan setiap saya mau sholat seperti “tha, Mama mau sholat zuhur nih, sholat yuk!” atau “eh ntar sholat isya kita berjamaah ya nak..”. Yang mana direspon macam-macam oleh si bocah. kadang dia bilang ok, lalu mengikuti gerakan sholat dengan berdiri berjamaah disebelah saya atau Papa-nya, atau tak jarang dia cuma bilang “ga mau” tanpa memberikan alasan. Namun saya yakin ajakan ini saya anggap sebuah stimulus yang nantinya bisa menggerakkan hatinya untuk sholat berjamaah bersama kami orang tuanya. non muslim yang mana Islam masih menjadi agama minoritas, dan sekolah-sekolah under government tidak mewajibkan pelajaran Agama. Tinggal di Negara sekuler macam Singapura menjadikan sebuah tantangan bagi para orang tua untuk extra keras dalam menanamkan nilai-nilai rukun Islam sejak dini. stimulus” yang sudah kami kenalkan sejak dini kepada Agatha tentang sholat memang betul cukup membawa dampak yang signifikan, sejak usia 5 tahun Alhamdulillah wasyukurilah, tanpa niat membesar-besarkan atau berniat ujub, Agatha mulai rutin sholat 4 waktu, ya karena subuhnya masih bolong. 😄😄. Dalam pandangan saya rutinitas sholat ini bagi Agatha menjadi salah satu hal yang paling "easy dan enjoy" bagi dia. Jarang sekali saya melihat Agatha menginterupsi saya dan suami, ketika kami mengingatkan nya untuk sholat.
Beda halnya bila tinggal di Indonesia, semua sekolah memiliki mata pelajaran agama yang mana bisa membantu orang tua mengenalkan nya juga kepada anak-anak. Kembali lagi kepada ibadah sholat, “
Harapan saya diusia dini seringnya dia mendengar ajakan sholat ataupun berbicara tentang sholat membuat dia tidak asing akan kata “sholat”, syukur-syukur mengamati setiap gerakan sholat yang saya dan suami lakukan lalu mengikutinya, begitu pikir saya saat itu. Sebuah tantangan bagi kami para orang tua yang tinggal di negara
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ 
"Maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang engkau dustakan?" 
(QS Ar-Rahmaan: 13)
Dan dibulan Ramadhan ini lagi-lagi saya harus banyak-banyak bersyukur kepada Allah, selain memulai full untuk berpuasa Agatha juga sudah mulai rutin menjalankan sholat subuh. Sebagai seorang ibu, hal-hal kecil seperti ini membuat haru biru hati saya, saya kadang merasa bersalah terlalu keras dan berusaha disiplin kepada Agatha. Pada saat itu saya seperti tidak melihat kebaikan-kebaikan yang sudah begitu banyak dia lakukan atau sikap-sikap positif yang kadang tertutupi hanya karena kadang dia sedikit berpolah kurang baik. Maafin Mama Agatha.. Sholat bagi saya pribadi adalah sifatnya Habluminaullah.. hubungan vertikal antara Allah dengan hambanya, yang mana bagi saya sebetulnya tidak perlu orang lain tahu. Dan sepanjang usia Agatha sampai 6 tahun ini, ini pertama kalinya saya mempublish "kegiatan" sholat Agatha. Ya Allah jauhkan dari niat Ujub.. tidak bermaksud apa-apa. Hanya sebagai motivasi bagi Agatha sendiri untuk terus mengingat dan meningkatkan amalan-amalan baik yang memang wajib dia lakukan. Dan menjadikan Agatha sebagai filter dan pengingat bagi saya juga untuk tepat waktu menjalankan ibadah sholat dan malu bila sampai meninggalkan sholat. In shaa Allah....

#HariKe-4
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#BintangKeluarga
#SemuaAnakAdalahBintang

0 comments:

Post a Comment