Friday, May 25, 2018

"Memberi waktu untuk mengontrol kekesalannya"

Berbuka hari ke - 9 ini kami kembali menuju daerah Orchard, seperti biasa tentunya Agatha happy. Setelah selesai berbuka kami lanjutkan sholat di Masjid Al Falah. Dan setelah selesai sholat kami memutuskan untuk pulang ke rumah, yang kalau hari biasa ga mungkin kami balik kandang jam 8 malam, paling lambat jam 10 malam baru tiba dirumah. apalagi masa-masa wikend begini hehehe.. Dan sebelum pulang saya minta ijin suami mampir ke toilet mall. Keluar dari toilet saya mengajak suami melihat-lihat beberapa outlet didalam mall tersebut, salah satunya outlet Decathlon dan Agatha ikut senang dia bisa mencoba sepeda di bagian favoritenya. Saya dan suami memberikan ketentuan waktu dengan perjanjian agar Agatha tidak berlama-lama disana. Setelah beberapa saat suami mengajak untuk mendatangi outlet didepannya, namun Agatha protes karena merasa belum puas bermain sepeda, tapi karena sudah ada perjanjian waktu Agatha mematuhi meski beberapa kali mengatakan "Agatha masih mau main disana ma.." Namun suami mengatakan waktu bermain Agatha sudah habis sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati tadi.
Agatha terlihat kesal namun tidak berani kembali ke tempat semula. Lalu dia duduk "ndlosor" dilantai sembari menunggu suami selesai melihat-lihat sesuatu. Dan saya mengawasinya dari tempat yang tidak jauh dari posisi duduknya. Kami sebagai orang tua berusaha untuk memberikan Agatha kesempatan mengungkapkan kekesalannya, dan kami rasa itu normal.. namun kami juga berusaha menerapkan disiplin, tidak ada tawaran yang kedua. Kami ingin memberi pengertian bahwa peraturan tetaplah peraturan. Harapan kami agar Agatha dapat konsisten dan menepati janji baik dalam masalah waktu maupun hal lainnya. Dari beberapa artikel yang pernah saya baca, pada usia 6 tahun seperti Agatha ini, emosi anak akan semakin matang. Anak akan semakin mudah mengerti hal-hal apa saja yang bisa mereka dapatkan dari emosi yang mereka miliki. Emosi anak-anak pada usia ini akan mudah sekali berubah. Bisa saja yang tadinya bahagia menjadi sedih hanya dalam beberapa waktu saja. Anak usia 6 tahun berada pada masa paling aktif, karena dia ada di puncak tumbuh kembangnya, dan kami selalu berusaha menjalin komunikasi atas semua keinginan, kebahagiaan, keceriaan, kemarahan maupun kekecewaannya. Sifat memberontak anak pada usia 6 tahun adalah cerminan bahwa ia mulai memiliki pemikiran dan keinginan sendiri. Begitupula yang terjadi pada Agatha malam ini. Akhirnya setelah kami membiarkan Agatha "colling down" berdamai dengan dirinya sendiri dengan caranya, kami ajak dia pulang dan berjanji nanti kapan-kapan akan kembali kesini lagi. So' alhamdulillah Agatha mau menerima dan mau diajak pulang. Keadaan seperti ini kadang berulang namun sebagai orang tua kami terus berusaha dan belajar memahami juga mengkomunikasikan agar ada "win win solution" diantara kami sebagai orang tua dan Agatha sebagai seorang anak. In shaa Allah 😊😃

#HariKe-9
#GameLevel7
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#BintangKeluarga
#SemuaAnakAdalahBintang

0 comments:

Post a Comment