Sunday, July 08, 2018

Berhemat dengan menggunakan barang preloved”

Sabtu siang kami pergi kerumah teman yang akan pindah ke San Fransisco akhir bulan ini. Ada beberapa barang yang mereka tidak bawa ke SF dan tidak mereka packing ke Indonesia ditawarkan kepada teman-teman untuk di berikan secara free alias cuma-cuma. Dan mereka menawarkan kepada saya 4 buah rak yang sebelumnya digunakan untuk menaruh mainan anak mereka. Mereka berpendapat dari pada dijual di carousel dengan harga yang tidak seberapa dari harga beli, lebih baik diberikan kepada teman yang membutuhkan dan in shaa Allah akan terus berguna.
Awalnya Agatha tidak mengerti tujuan pertemukan kami kesana, dia hanya tahu akan bertemu dengan Rayhan anak dari teman kami tersebut. Sesampai disana suami mulai mendismantle sambil sesekali mengobrol. Agatha yang curious mulai bertanya:
“ Pa.. why you dismantle that?. Suami menjawab “ya cause this can easy to bring it home”
“Why you want bring, this not yours papa...” sahutnya lagi. Suami bilang bahwa Ayah dan Ibunya Rayhan memberikan ini kepada kita untuk dimanfaatkan menaruh mainan Agatha.
Ketika kami sampai di rumah ternyata Agatha masih penasaran dan bertanya lagi, “Pah why you not pay, you must pay for them”. Agatha berfikir kenapa membawa barang yang bukan punya kita dan kenapa pula tidak membeli dan membayar dengan uang. Suami menjelaskan bahwa tidak masalah kita menggunakan barang bekas asal masih layak pakai dan masih berfungsi. Dan kedua orang tua Rayhan memberikan kepada kita dengan cuma-cuma tanpa membayar. Cara ini juga dapat berhemat untuk tidak membeli barang baru. Karena membicarakan tentang “finansial” kita tidak hanya belajar bagaimana tentang saving, sharing dan spending, namun bagaimana belajar berhemat dengan cara memanfaatkan barang-barang yang masih layak pakai dengan tidak harus mengeluarkan uang untuk membeli barang baru.

#HariKe-10
#GameLevel8
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#RejekiItuPastiKemuliaanYangDicari
#CerdasFinansial

0 comments:

Post a Comment