Thursday, September 20, 2018

"Mengenalkan Fitrah Seksualitas pada Anak" #Review Presentasi Hari Ke-1

Allhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, Kelas Bunsay Batch #3 kali ini sudah sampai di level 11. Lega rasanya dapat menapaki level demi level dengan usaha dan upaya untuk melakukan yang terbaik demi perubahan bagi diri dan keluarga. Pada level ini kami ditantang untuk melakukan presentasi berkelompok yang berkaitan dengan "Fitrah Seksualitas". Dan mereview kembali hasil presentasi kelompok lain untuk menjadikannya tantangan 10 hari di level ini.
Presentasi hari pertama Kelompok 1 digawangi oleh Mba Gita (Jepang) dan Mba Angie (KSA). Mereka mempresentasikan tentang Fitrah Seksualitas secara menyeluruh. Pemaparan yang tertulis di flyernya sangat komplit sekali. Mereka membahas berbagai hal. Di mulai dari Mba Angie yang membahas tentang:
1. Pengertian Fitrah Seksualitas
2. Prinsip-prinsip Fitrah Seksualitas
3. Tahapan mendidik Fitrah Seksualitas
Setelah mengetahui pengertian dari Fitrah Seksualitas itu sendiri, selanjutnya masuk kepada 3 prinsip dalam Fitrah Seksualitas yang mana ini bisa dijadikan acuan untuk diaplikasikan sesuai dengan tahapan-rahapan mendidik Fitrah Seksualitas kepada si anak.Tahapan mendidik Fitrah Seksualitas terbagi kedalam 5 tahap usia, dimulai dari:
1. Usia 0 -2 tahun 👶
2. Usia 3-6 tahun👧
3. Usia 7-10 tahun👭👬
4. Usia 11-14 tahun (pre aqil baligh)👨👩
5. Usia 15 tahun (aqil baligh)
Selanjutnya pemaparan dilanjutkan oleh Mba Gita, beliau mengambil bagian dalam 3 poin:
1. Pendidikan seks dalam Perspektif Islam
2. Mengenalkan pendidikan seks pada anak di negeri minoritas muslim
3. Upaya pencegahan dan pengobatan penyimpangan seksual
Pada poin pertama dijelaskan bahwa kajian Islam telah banyak mengajarkan mengenai pendidikan seks di setiap disiplin ilmu-ilmu keislaman, antara lain: fiqh, akhlaq, filsafat keislaman, tafsir, dan beberapa kajian Islam yang terkait dengan fenomen potensi seksual dan gender. Dalam Psikologi Islam pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan kualitas nafs dan membentuk kualitas nafs menjadi lebih baik. Pendidikan seks (al-tarbiyyah al-jinsiyyah) dalam Psikologi Islam adalah sarana untuk membentuk nafs pada peserta didik sehingga merekan mampu untuk mengendalikan potensi seksual sehingga memiliki sifat iffah dan mampu mengarahkan potensi tersebut ke arah yang baik sesuai dengan norma-norma Islam.
Pada poin kedua adalah penjelasan mengenai step by step dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak. Dimulai dari yang kecil dan sederhana dulu. Yang utama adalah dia paham bahwa kita berpedoman pada ajaran Islam. Islam itu apa? Mengapa harus patuh pada Allah Swt? Dapat apa kalau nurut dan dapat apa kalau melanggar?
Sedangkan yang terakhir adalah tentang "Upaya pencegahan dan pengobatan penyimpangan seksual".
Mengapa kita harus belajar dari sekarang tentang upaya pencegahannya? Karena ini kasus sudah banyak sekali tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia. Banyak juga yang beranggapan tidak mau bersuara karena malu atau dianggap nanti aib.
Keenam poin tadi paparkan secara lengkap sekali oleh tim ini berikut dengan semua slide materinya. Semoga pemaparan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin

#HariKe-1
#GameLevel11
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#BundaSayang
#IbuProfesional
#FitrahSeksualitas



0 comments:

Post a Comment