Friday, November 10, 2017

"Komunikasi Produktif ala Agatha"

Akhirnya setelah sekian lama ga marah-marah.. sore ini kesabaran saya diuji lagi dengan sikap "curious" si anak lanang. Ketika saya lagi menjemur baju dibelakang, Agatha memanggil saya sambil menyerahkan token kepada saya "ma.. this is for you.." Saya langsung deg-degan, karena yakin dia sudah pasti menekan-nekan token tersebut. Dannnnnnn ya Allah, bener kannn.. tokennya ke lock... hiks..😭😭😭😭 Dengan spontan saya langsung menegur dengan suara agak tinggi, "Agatha, kenapa kamu pencet-pencet, sudah berkali-kali Mama bilang bahwa Agatha tidak diperkenankan main barang-barang Mama dan Papa tanpa seizin Mama juga Papa" Kenapa Agatha, kenapa kamu ga tanya Mama dulu kalau mau pinjam ini, ini bukan mainan nak... (meluncur lah semua kata-kata keluar dari mulut saya bak mercon...). Dia lalu menjawab "yes i know, but i want play that one.. I want to find something ma..."  Menemukan apa??? tanya saya lagi. Lalu si bocah ngeloyor pergi... (Emaknya dikacangin...)
Hufftt.. kenapa saya panik? karena kalau token ini rusak atau eror, kami harus mengurusnya ke Indonesia.. dan tentunya ini akan memakan waktu, sementara beberapa transaksi penting dilakukan melalui token ini.. Ahh tiba-tiba kepala saya pusing, lalu saya menelungkupkan kepala saya ke atas meja kerja.. (Astaghfirullahaladzim... istiqfar..istiqfar..). Ya Allah ampun deh, gimana ini.. gimana ngomong ama suami huhuhu.. (walau suami jarang sekali marah, tapi saya merasa ga enak dan merasa tidak becus..) 😣😣😣😣 Ini bener-bener salah aku ini.. naruh ditempat yang terjangkau sama Agatha.. 😞😞😞😞
Ketika saya sedang menelungkupkan kepala ke meja.. Agatha datang menghampiri saya, dan menepuk-nepuk tangan saya, lalu saya mengangkat kepala, (dengan muka sedih) "ya kenapa.." Agatha tidak menjawab, namun menyodorkan selembar kertas kepada saya.. lalu dia berlalu dari hadapan saya.. Ketika saya melihat kertas itu, hati saya terasa sedih, terharu, merasa lucu.. tapi muncul kelegaan di hati saya... (Hufftt.. ya sudahlah mau gimana lagi..). Didalam kertas putih itu dia menggambarkan wajah saya yang sedang marah dan menggambarkan wajah dia yang sedih karena kemarahan saya, Ohhh nak... maafkan Mama ya..
Seperti yang suami pernah bilang fokus lah pada solusi bukan pada masalah.. Saya malah baru menyadari, bahwa kaidah-kaidah dalam komunikasi produktif dikelas Bunda Sayang ini sama persis dengan salah satu dari apa yang suami pernah sampaikan kepada saya setiap kami bertemu dengan masalah...  Tidak perlu terlalu larut dalam masalah namun segera cari solusinya...
Dan Agatha.. hehehe.. ahh nak..
(disaat menulis ini, semua sudah baik-baik saja.. solusi sudah ditemukan... kami sudah bermaafan..) Malam ini saya masih memandang coretan tangan Agatha sore tadi..  Ternyata tidak salah saya mengikuti kelas Bunda Sayang.. Agatha tertular untuk ikut juga menerapkan komunikasi produktif kepada emaknya hahahaha... Dari gambar itu dapat saya ambil kesimpulan, dia tidak perlu bicara panjang lebar untuk mengimbangi kata-kata ibunya. Agatha cukup menerapkan kaidah Keep Information Short & Simple (KISS) ala Agatha..  simple ga pake ngomong, ga harus naik darah, ga harus melotot, ga harus cape sendiri karena kesal, sodorin emaknya sama tulisan.. hahahaha..
Teringat sebuah hadist pendek yang berbunyi
(إِذَا غَضَبَ اَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ (رواه إمام احمد
“Jika di antara kalian marah maka hendaklah ia diam” (HR Imam Ahmad). Good Job nak. kamu sudah melakukan itu, Mama marah dan kamu diam, kamu jauh lebih baik dari Mama... 😍😍😍😍
Terimakasih sudah mengajari Emakmu ini nak.. Terimakasih sudah mengingatkan Ibumu.. Semoga saya tidak pernah lelah belajar dan memahami arti kesabaran yang sebenarnya..
"Man Shabara Zhafira" artinya siapa yang bersabar maka ia akan beruntung

#Hari9
#GameLevel1
#Tantangan10Hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunSayIIP

0 comments:

Post a Comment